Rabu, 21 November 2012

Semesta Mendukung!


Mentari menyembul malu 
pada pusaran langit setengah sendu 
usai gerimis gusar menyapa 
dini hari selepas pijar cengkrama 

Nafas letih beradu waktu 
memutar roda energi dalam kisaran raga 
perlahan detak mimpi bersatu 
erat menggenggam gelora sukma 

Lantai keramik putih setengah berbisik 
risau menopang sukma yang terbelah 
meski sujud berpolah jentik 
gamang duniawi menelurkan sembah 

Semesta punya cara sendiri untuk bicara 
bahkan dalam bilangan yang tak terhitung 
cita itu seperti belantara 
tersibak perlahan meski tak tertantang 

Berlarilah berlarilah 
sebab kilau tak serta merta hadir 
tangguh itu menjalar, kuat itu menular 
maka srikandi menjelma akar 
dalam sanubari yang tak gentar 

Jika retak dawai tetap syahdu terdengar 
tangis dan tawa tak berarti sampah 
suara-suara lirih itu adalah pijar 
menggeliat meski tak terlihat 
utuh atas nama ketidakpastian 

Maka jangan lagi menyeru enggan 
menyerah takluk pada rintang 
siang tak akan selalu terang 
hening malam pun tak lagi lamban 
Lihat, semesta selalu punya jawaban atas tanya. 

x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

monggo dikomen :)